Aksi Forbes

Peningkatan Status Tunggu Hasil Audit BPKP

  • Kasus Dugaan Korupsi APBD 2003

MAGELANG – Kendati hanya berlangsung tiga jam, aksi Forbes PM mendirikan tenda keprihatinan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Magelang, Senin (24/1) kemarin, ternyata mampu melahirkan kepastian kapan ada peningkatan terhadap status penyelidikan dugaan korupsi APBD 2003.

”Satu minggu lagi hasil audit investigasi yang dilakukan BPKP Jateng selesai. Dua atau tiga hari setelah itu, status bisa ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan,” tegas Kepala Kejari Syarfudji SH didampingi Kasi Intel Mujiyono.

Bintoro Dwi Prasetyo SE dan Drs Eddy Sutrisno, keduanya koordinator Forbes PM, mengemukakan, pendirian tenda keprihatinan merupakan bentuk dukungan moral kepada Kejari agar bisa lebih cepat meningkatkan status pemeriksaan. Mengingat kasus korupsi yang diduga dilakukan wakil rakyat periode 1999-2004 itu dilaporkan pada Agustus 2004 lalu.

”Daerah lain sudah selesai bahkan di Solo mantan Ketua DPRD dan beberapa mantan wakil rakyat sudah ditahan. Di Magelang kok lama sekali, tak kunjung ditingkatkan statusnya, padahal bukti-bukti awal sudah cukup,” ungkap keduanya.

Rencana semula, Forbes PM berkemah di kantor Kejari hingga instansi itu meningkatkan status pemeriksaan. Selain mendirikan dua kemah kecil untuk tempat menginap, mereka juga memasang poster di pagar kantor itu, antara lain bertuliskan ”Kejari Kota Magelang mana Kanjimu”, ”Kenapa Kau Biarkan Koruptor Bebas Berkeliaran”, dan ”Lowongan: Dicari Jaksa Antisuap, Antisogok, dan Tidak Mudah Dibeli. Hubungi Forbes PM”.

Pada saat sebagian pendemo memasang tenda, spanduk, dan menempeli poster, sebagian lagi antara lain Drs Priyo Waspodo dan Ketua Lembaga Perberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Magelang Mujiono menemui Kepala Kejari Magelang Syarfudji SH. Namun, Kepala Kejari tidak mengizinkan pendirian tenda keprihatian di halaman depan kantornya.

”Pendirian tenda keprihatinan tidak untuk melecehkan Kejari tetapi untuk memberi support agar bebekerja lebih serius,” tandasnya.

Syarfudji memastikan, penyelidikan kasus korupsi yang dilakukan instansinya tidak mengenal kata ”berhenti”.

”BPKP saat ini masih mengaudit investigasi dan ada 14 item yang harus kami selidiki. Kami masih bekerja dengan serius,” ujarnya.

Jemput Bola

Sebagai bukti keseriusan, Forbes PM meminta agar Kejari saat itu juga menelepon BPKP untuk menanyakan kapan audit selesai dilaksanakan. Dia lalu minta Kasi Intel Mujiyono menghubungi BPKP. Setelah menghubungi BPKP, Mujiyono menemui Forbes PM.

”Saya sudah menghubungi BPKP dan dijawab satu minggu lagi audit selesai kemudian diantar ke Magelang. Dua atau tiga hari setelah audit sampai ke tangan Kejari, status bisa ditingkatkan menjadi penyidikan,” paparnya.

Eddy Sutrisno menekankan, jika sampai Senin (31/1) depan hasil audit belum sampai ke Magelang, Forbes PM akan melakukan jemput bola dengan mengajak Kejari mengambilnya ke BPKP Semarang. Pertimbangannya, penyelesaian kasus korupsi sangat ditunggu masyarakat.

Syarfudji meminta Forbes PM untuk terus mengawalnya hingga kasus itu diajukan ke meja hijau. Dan, semua anggota Forbes PM pun berjanji akan mengawalnya hingga tercipta pemerintahan yang bersih di Kota Magelang.(suara merdeka 250105)

2 Responses to “Aksi Forbes”

  1. meran Says:

    mana aksimu sekarang dah dapat dwit dr walikota ya ….. kok diem

  2. meran Says:

    mana aksi mu dah dpt duit dr walikota po

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: